top of page

Bu Agnes – eat,family, and love

 

Siang hari, ketika kesibukannya sebagai wiraswasta telah selesai. Rutinitasnya sebagai ibu rumah tangga kembali ia jalani. Tugas utamanya adalah menjemput anaknya yang kini duduk di bangku kelas 2 SMP. Kecintaannya pada keluarganya ditunjukkan lewat kebersamaan ia dan anaknya dengan menghabiskan waktu bersama di mall. Salah satu kegiatan favoritnya adalah menonton film di bioskop. Kebetulan bu Agnes dan anaknya merupakan penggemar film. Dan ketika ada film yang cocok buat mereka, pasti mereka menonton film tersebut. Selain itu, ia juga kerap kali nongkrong bersama anaknya di café atau restoran untuk sekedar bersantai setelah keduanya menjalani tanggung jawabnya di pagi hingga siang hari.

Kegemarannya untuk icip-icip juga tidak berhenti disitu. Bu Agnes merupakan penggemar berat kuliner tradisional. Maka dari itu, ketika ia punya waktu yang cukup, Bu Agnes dan keluarga menyempatkan mengeksplor kuliner khas di daerah Jakarta.Salah satu hasil temuannya yaitu olahan ikan gabus khas betawi yaitu Gabus Pucung. Kuliner ini katanya merupakan makanan yang sudah mulai jarang ditemui atau bisa dibilang hamper punah. Hanya saja, menurutnya kelangkaan ini diakibatkan pula oleh pemerintah yang kurang mendukung kekayaan kuliner setempat. Menurutnya bazaar atau festival budaya tidak seharunya diadakan di mall-mall atau pusat perbelanjaan. Namun di ruang terbuka atau taman yang ada di beberapa titik di Jakarta menurutnya sudahlah cukup. Di lain sisi apabila pemprov memberikan perhatian penuh kepada kekayaan buadaya dan kuliner khas daerah, hal tersebut dapat meningkatkan minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Jakarta.

Namun, ada satu hal pokok yang bagi Bu Agnes perlu segera ditangani. Yaitu tersedianya sarana dan prasarana penunjung umum yang memadai terutama transportasi, sehingga aksesbilitas banyak orang ke tempat-tempat menarik untuk kuliner tidaklah terhambat.

bottom of page